Senin, 31 Maret 2014

★ HIDUP HARUS TETAP DIJALANI ★ Siapa yang tahu tentang kehidupan kita nanti. Banyak kita yang mempunyai impian jika kehidupan yang kita jalani akan, indah, bahagia, senang atau sejuta perasaan lainnya atau gampangnya gak mau nemui hal yang sulit dan susah. Namun terkadang hidup tak seindah yang kita bayangkan dan kita impikan, seiring langkah kita kehidupan telah mengubah semua yang ada. Meski demikian kita tidak boleh berhenti menjalani hidup ini, karenanya meski ada ungkapan ” Hari ini hidup esok mati “, kita tak boleh menyerah. Dewasa ini dengan semakin sulitnya kehidupan, banyak diantara kita yang putus asa, mengambil langkah instan yang berdampak pada kehidupan yang akan kita jalani di masa – masa mendatang. Tapi tahukah kita, jika hidup ibarat sebuah permainan dadu. Kita mungkin sering lihat dadu dimainkan oleh anak kita, saudara kita atau mungkin kita sendiri. Kenapa hidup seperti dadu? Hidup kita ini adalah peluang, jika kita pandai memanfaatkan peluang yang ada maka kita akan lolos dan menjadi lebih baik dari sekelompok atau diantara kita. Namun jika kita lengah atau salah memanfaatkan peluang kita akan sia – sia dan bisa jadi gagal. Harus diingat jika kesempatan itu selalu ada. Diibaratkan sebuah dadu yang memiliki 6 ( enam ) bidang maka diartikan memiliki 6 ( enam ) kesempatan. Artinya jika kita menjagokan salah satu angka yang ada pada tampilan dadu tersebut, maka yakin angka tersebut maka yakin angka yang dijagokan tersebut akan muncul dalam enam kali kesempatan yang kita mainkan. Jangan bahagia duluan. Terkadang kesempatan diantara kita berbeda,  ada yang yang 3 ( tiga ) kali kita coba langsung berhasil, atau mungkin 1 ( satu ) kali kesempatan juga berhasil. Namun jangan heran juga ketika berulang – ulang kali tapi belum berhasil juga. Memang kesempatan setiap kita berbeda, akan tetapi kesempatan itu pasti ada, tinggal mungkin waktu, kepandaian kita juga yang mempengaruhi dan menciptakan kesempatan tersebut. Ups, jangan menyerah Meski kita belum mendapatkan kesempatan tersebut, namun kita tak boleh menyerah. Semua persolan yang timbul dalam kehidupan ini merupakan proses pendewasaan. Bahkan ada pepeatah yang mungkin sering kita dengarkan ” Jika pengalaman adalah guru yang paling baik “. Jadi meski kita tak mendapatkan kesempatan namun kita patut syukuri jika kita mendapatkan pelajaran atau pengalaman sebagai guru kita untuk menjalani selanjutnya. Hidup memang susah, namun jangan di bikin susah. Dengan kehidupan yang mungkin susah anda jangan membikin susah, meski demikian adanya kita harus tetap semangat, berkarya dan berkreasi. Karena apa pun itu sulitnya kehidupan ini, toh pada akhirnya kita meski harus menjalani hidup ini. Jika anda hanya diam, kehidupan ini tetap akan berjalan. Maka jika kita diam kita akan semakin rugi serta makin kehilangan kesempatan hidup untuk lebih baik. Apa pun kondisinya kita tidak boleh menyerah untuk mempertahankan benteng kehidupan kita masing. Pada dasarnya kita adalah manusia yang hebat, betapa tidak kita telah lolos dari jutaan persaingan kehidupan semenjak kita masih menjadi sel dan berebut untuk menjadi manusia seutuhnya. Kenapa disaat kita sekarang kita sudah menjadi manusia seutuhnya harus menyerah? Tuhan menciptakan dunia dan isinya sangat adil. Ketika ada siang maka ada malam, ketika ada bawah maka ada atas. Begitu juga ketika ada kesulitan maka akan ada kemudahan. Intinya saat ini kita harus tetap jalani kehidupan ini, karena hidup harus tetap dijalani. Jangan mudah putus asa, terus berkarya dan iringi langkah ini dengan do’a. ” tak ada usaha yang menjadi sia – sia “.#nakoda.

Kamis, 27 Maret 2014

Jum'at adalah hari raya tiap pekan bagi umat muslim di muka bumi ini. Dimana oada hiri itu juga umat Muhammad SAW berkumpul melaksanakan ibadah shalat jum'at yang waktunya bertepatan dengan shalat Zuhhur tersebut. Nah berikut tentang berkah yang dikandung pada hari jum'at yang terdapat dalam hadits. Hari paling baik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari jumat, pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari itu pula Adam dimasukkan ke dalam surga, serta diturunkan dari surga, pada hari itu juga kiamat akan terjadi, pada hari tersebut terdapat suatu waktu dimana tidaklah seorang mukmin shalat menghadap Allah mengharapkan kebaikan kecuali Allah akan mengabulkan permintaannya.”(HR. Hurairah dan Muslim) Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasululllah mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu (HR. Muttafaqun Alaih). Sedekah pada hari Jum'at dibandingkan dengan sedekah pada enam hari lainnya laksana sedekah pada bulan Ramadhan dibanding bulan-bulan lainnya". Hadits dari Ka'ab menjelaskan: "Dan sedekah pada hari itu lebih mulia dibanding hari-hari selainnya".(Mauquf Shahih) Siapa yang mandi pada hari Jum'at, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi diantara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum'at". (HR. Bukhari). Siapa yang mandi pada hari Jum'at, kemudian bersegera berangkat menuju masjid, dan menempati shaf terdepan kemudian dia diam, maka setiap langkah yang dia ayunkan mendapat pahala puasa dan shalat selama satu tahun, dan itu adalah hal yang mudah bagi Allah". (HR. Ahmad dan Ashabus Sunan, dinyatakan shahih oleh Ibnu Huzaimah) Perbanyaklah shalawat kepadaku setiap hari jum’at karena shalawatnya umatku akan dipersembahkan untukku pada hari jum’at, maka barangsiapa yang paling banyak bershalawat kepadaku, dia akan paling dekat derajatnya denganku.” (HR. Baihaqi dengan sanad shahih). "  "Allahu mmashali waa sallim alaii saiidinaa muhammad waa alaa aali saiidinaa muhammad" Untuk itu mari kita banyak banyak membaca shalawat  untuk baginda Nabi besar Muhammad SAW.agar kelak mendapat safaatnya di akhirat kelak. Sekian semoga bermanfaat kita semua. Assalamu'alaikum

Rabu, 26 Maret 2014

Tuhan, berilah aku keberanian untuk mengucapkan selamat pagi kepadanya. *** Pagi tak pernah terasa pagi bagiku. Tidak ada perbedaan pagi, siang, sore dan malam yang signifikan aku pikir. Semuanya sama, gelap terang terasa sama. Karena selalu ada dia yang menetralkan suasana hatiku. Bagiku, dialah angin pagi yang berhembus semilir dalam benakku, berputar-putar seperti angin siklon yang tiada henti. Menjadi pelampiasan memoir yang terus bergelut dalam hari. Dia adalah dia, yang kupuja dan kunikmati di pagi hari. “Hei, pagi?” Dia menengok ke arahku sebentar kemudian kembali mencermatiku buku cetaknya yang agak tebal. Apakah dia mendengarku? Atau hanya mencari gerakan untuk melepas rasa penat yang menumpuk? “Hei, pagi?” Dia kembali menoleh, menampakkan binar wajahnya yang berseri seperti angin segar di sore hari. Aku terdiam cukup lama. Memandanngya dalam ruang semuku yang berlapis gelap – walau esok telah pagi sekali pun. “Hei, pagi?” Semua salam dan sapaku ternyata tercekat di tenggorokan, ditarik dan dimasukkan paksa ke dada. Semuanya semu. Tidak ada yang benar-benar kuucapkan untuk ia dengar. Entah tadi ia menoleh ke sini untuk apa – aku pun tidak tahu. Yang jelas keberanianku selalu luntur begitu saja, aku tak pernah mampu mengucapkannya. Aku tak pernah mampu bersikap persuasif untuk mengadakan adu argumentasi dengannya. Mengapa aku begitu penakut? Dan hari ini, ketika para penuntut ilmu – yang kukira ilmu tidak memiliki kesalahan hendak bergegas ke pengadilan pendidikan, aku lagi-lagi hanya terkurung dalam keinginan konyol yang tak akan pernah bisa kuraih. Aku hanya dapat melirik malu-malu pada sesama penanti bus di halte biru yang atapnya penuh dengan bunga bugenvil. Membuat suasana menjadi terlihat bersahaja dengan cinta. Seperti alur drama yang dibuat-buat. Tapi kisah ini, tidak dibuat-buat. Sungguh-sungguh terjadi, seperti berita-berita di surat kabar. Dan bukan majalah infotainment. Hampir dua tahun ini aku menjalani rutinitas konyol di pagi hari, menunggu bus di halte hanya untuk bertemu dengannya. Berusaha bangun pagi agar tidak terlambat ataupun melewatkan kehadirannya. Memilih berdesak-desakan di bus daripada diantar dengan motor.  Selalu datang tepat waktu, agar bisa melihat sosoknya dari awal hingga akhir. Semua hanya karena angin itu. Angin yang tak pernah mampu kujangkau, karena ia terus berhembus. Mengalir secara cepat bagaikan kilat. Padahal ia hanyalah angin. Seolah mataku tak pernah bisa lepas darinya, berbagai pertanyaan selalu muncul beriringan dengan sosoknya. Siapa namanya? Dari mana ia? Bisakah aku mengenalnya lebih jauh? Segala pertanyaan yang berhubungan dengannya melekat erat. Membuat rasa penasaranku semakin menguar dan terhembus kemana-mana. Aku hanya tahu dia murid dari SMA Pancasila – tak lebih. Itu pun karena seragam identitas yang dipakainya. Aku tak pernah berani mendekat, atau menggeser jangkah kakiku hanya untuk melihat nama yang terjahit di bajunya. Aku hanyalah pemujanya yang menghabiskan berwaktu-waktu demi mempertahankan masa untuk dapat melihatnya. Kalian pikir itu sia-sia? Tidak juga – bahkan mungkin memang tidak. Karena dengan melihatnya, bebanku yang bertumpuk bisa hilang. Tuhan, izinkanlah aku, untuk mengucapkan selamat pagi kepadanya. Sekali saja. Agar dia mengenangku sebagai teman penanti bus di kala pagi hari. Aku jadi berpikir, apakah ia peduli dan memberikan respon terhadap kehadiranku? Atau jangan-jangan ia malah tidak pernah tahu bahwa aku selalu di sini untuk menemaninya di pagi hari. Ah, ia terlalu suka bergaul dengan bukunya. Bukan dengan sesamanya. Atau setidaknya, kami berdua bisa mengobrol banyak di sini. Dan sebuah persegi panjang bermesin dengan lapisan baja yang beroda pun berhenti tepat di depan kami. Menghentikan dimensi-dimensi yang telah terjalin sedemikian rupa. Melepaskan momentum yang menimbulkan aksi dan reaksi yang tidak diharapkan. Kehadiran bus itu menghancurkan segalanya, mengakhiri kisahku di pagi ini bersama dia. Akankah ada esok pagi untuk melihatnya kembali?

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ Tak ada manusia Yang terlahir sempurna Jangan kau sesali Segala yang telah terjadi Kita pasti pernah Dapatkan cobaan yang berat Seakan hidup ini Tak ada artinya lagi Reff 1: Syukuri apa yang ada Hidup adalah anugerah Tetap jalkani hidup ini Melakukan yang terbaik Back to Reff 1 Reff 2: Tuhan pasti kan menunjukkan Kebesaran dan kuasanya Bagi hambanya yang sabar Dan tak kenal Putus asa. " Inget kerwaktu gering kuringmah sok nyetel lagu ieu.Hiji mangsa kuring nyeri ceuli bengkak sabeulah anu katuhu suganteh bisul ari pek teh lain,kuring gancang ka Dokter Umum berobat ngan euweuh parobahan,angger kalah leuwih nyeri tur nyeri na teu katulungan,akhirna kuring maksaken ka Dokter spesialis THT,kurang leuwih lima Dokter anu ku kuring di datangan,Salila dahar obat ti Dotker,panyakit kuring teu pati nyeri,ngan lamun geus beak obat nyeri na kambuh jeng teu katahan lamun geus karasa,angger gening ueweuh parobahan kalah micenan duit nu puguhmah,bakating ku geus aral jeung pasrah kana panyakit,kuring menta izin ka pamajikan jeng mitoha rek balik ka Tasik bisi Umur kuring moal lila,cek hate kuring:bisi nepika maotna hayang dikubur ngajejer jeng kuburana indung jeng bapa.nya kuring dijajapken ku pamajikan balik katasik,ges nepi katasik pamajikan kuringmah balik deui ka cirebon,kusabab boga kasibukan nyaeta dadagangan.menang opat poe ditasik obat geus beak,nya kapaksa kuring dipariksa deui ka Doter THT,ngan aneh kacida ngadenge Dokter mutusken,yen panyakit kuring anu dina celi kudu dioprasi besar,nyaeta tempatna kudu di sakit teubisa di imah Dokter kusabab alatna teu kumplit,atuh puguh kuring bingung nu teu manggih tungtung,naha waktu kuring berobat di cirebon Dokter teu ngabejaan,teu apalen kitu....?cek gerentes hate kuring ngocoblak sorangan.geus kitu Dokter mere obat salila opat poe'eun bari nitah di ronsen(dipoto meren maksudnamah).haha...lamun geus beak obat datang deui kadieu bari bawa hasil ronsenan.Gancangna carita kuring datang deui ka Dokter bari mawa hasil ronsenan.Kaputusan Dokter anggeur teu robah emang enya kudu dioprasi dirumah sakit,ngdenge kaputusan Dokter kuring waktu harita ngan saukur bisa pasrah sumerah ka Gusti anu Maha Suci,salamet syukur teu salmet oge teu naon naon,ngan kuring aya panasaran nanya ka Dokter,,,,Dok! gimana kalau saya gak mw dioprasi?... Dokter;Gpp gak mw juga cuma penyakit kamu kemungkinan gak bakalan sembuh dan bisa mengakibatkan kematian,dikarenakan panyakit ini namanya ABSES,dalam arti kata pengeroposan tulang belakang,nanti nya masuk ke otak dan kejang kejang,kamu salama sakit tulang punggung kamu suka terasa linu gak?...iya Dok.ges kitu Dokter nyarita deui rek dimana cenah dioprasina,rek ditasik atwa di cirebon?..cirebon Dok jawab kuring,kusabab Alamat kuring deus jadi warga cirebon.Dokter ngagutrut nulis nyieun surat pengantar ker Dokter nu aya dirumah sakit Umum Gunung Jati cirebon.gancangna deui carita kuring geus asup ka ruang inap salila dalapan poe,teu langsung dioprasi cenah kudu lengit heula kanyerina sehat awakna,nu maturan kuring dirumah sakit timimiti nepika ahir salila 2minggu nyaeta lancek kuring nu di ciamis awewe, ngarana Aas Laelasari,hahay bangga.kurang leuwih 9 jam kuring aya diruang oprasi eta oge ceuk lancek,kusabab kuringmah geus teu apal nanaon alias dibius.Alhamdulillah salamet nepika ayeuna masih keneh dipasihan umur panjang ku Gusti Alloh subhaanahu wata'ala........!#permios. qq

Minggu, 23 Maret 2014